Meski pandemi Covid-19 sudah berakhir, layanan pesan antar sembako online tetap laku

Meski pandemi Covid-19 sudah berakhir, layanan pesan antar sembako online tetap laku

Rate this post

Di masa pandemi Covid-19, layanan pesan antar sembako online sudah banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut setelah pandemi berakhir.

Meski pandemi Covid-19 sudah berakhir, layanan pesan antar sembako online tetap laku

Seperti dilansir Suara.com, lembaga riset Southeast Strategics memperkirakan, layanan pengiriman bahan makanan online (OFD) atau online shop delivery service akan tetap tinggi meski setelah pandemi Covid-19.

Meski-pandemi-Covid-19-sudah-berakhir,-layanan-pesan-antar-sembako-online-tetap-laku

Baca juga:
– Trik sederhana mencari rekomendasi kuliner di GoFood
– GoFood menyelenggarakan GoFoodieland, festival rasa UMKM virtual terbesar di Indonesia
– Upaya GoFood meningkatkan pendapatan bulanan mitra UMKM selama pandemi
– GoFood memberikan ribuan tas pengiriman gratis kepada mitra pengendara

Riyadi Suparno, Direktur Eksekutif Southeast Strategics, mengungkapkan temuan tersebut

Rabu (15/6/2022) dalam laporan bertajuk Online Food Delivery (OFD) Consumer Perceptions & Behavior Survey in Indonesia.

“Mayoritas konsumen berniat untuk melanjutkan dan meningkatkan penggunaan (99 persen) layanan pesan antar sembako online di masa mendatang,” ujarnya, seperti dilansir HiTekno.com dari Suara.com.

Riyadi mengatakan, layanan pesan antar sembako online menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital dan motor penggerak perekonomian di masyarakat.
Pengemudi Ojol terus berebut pesanan makanan pelanggan GrabFood. (Dok GrabFood)
Pengemudi Ojol terus berebut pesanan makanan pelanggan GrabFood. (Dok GrabFood)

Bahkan, di tengah pandemi, layanan OFD terbukti menjadi penyelamat bagi masyarakat

yang terpaksa bekerja dari rumah dan penyelamat bagi UMKM untuk tetap berbisnis.

“Kami kemudian melakukan penelitian untuk melihat apakah masih ada permintaan layanan OFD pascapandemi, mengingat perilaku telah berubah saat masyarakat mulai kembali bekerja kantor, beraktivitas di luar rumah dan regulasi yang dilonggarkan saat bepergian. Jawaban yang kami dapatkan dari penelitian ini adalah masyarakat masih tertarik dengan layanan OFD karena kemudahan dan kemudahan yang ditawarkan,” ujarnya.
Didukung oleh GliaStudio

Menurut laporan tahun 2021 oleh Google, Temasek, Bain & Company, 64 persen pengguna di Indonesia mengatakan mereka lebih sering menggunakan layanan pengiriman bahan makanan online selama pandemi.

Faktor kenyamanan menjadi alasan utama konsumen Indonesia (72 persen) tetap menggunakan layanan OFD.

Berdasarkan laporan tersebut, lembaga penelitian Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Universitas Prasetiya Mulya menghitung bahwa Nilai Barang Dagangan Bruto (GMV) dari layanan pengiriman bahan makanan online diperkirakan mencapai Rs.78,4 triliun ($5,52 miliar). . USA) dari total GMV transaksi digital di Indonesia sebesar Rp994 triliun (setara dengan USD 70 miliar).

“GMV transportasi dan OFD di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 36 persen sejak tahun 2020, menandakan bahwa penggunaan industri OFD oleh konsumen semakin meningkat, sehingga akan terus tumbuh di masa mendatang,” tambah Riyadi.

Ada pula penelitian tentang layanan pesan antar makanan online yang dilakukan oleh Southeast Strategics menggunakan metode wawancara tatap muka dengan pewawancara terlatih, dengan rangkaian responden mencapai 1.200 orang di enam kota, dilakukan pada 10-14 Januari 2022.

Itulah prediksi dari Southeast Strategics, yang meyakini layanan pesan antar sembako online akan terus laris manis pascapandemi.

Baca Juga :

https://aprikalsel.co.id/

admin

Related Posts

Download Plants vs Zombies 2 (MOD, Unlimited Coins/Gems)

Download Plants vs Zombies 2 (MOD, Unlimited Coins/Gems)

YouTube Music tambah fitur offline dan playlist

YouTube Music tambah fitur offline dan playlist

Apple kembangkan kacamata pintar berkamera 3D

Apple kembangkan kacamata pintar berkamera 3D

Lapan libatkan ITS dalam pembuatan satelit baru LAPAN A5

Lapan libatkan ITS dalam pembuatan satelit baru LAPAN A5