Administrasi Pendidikan Menurut Ahli, Prinsip, Fungsi dan Objek

Administrasi Pendidikan Menurut Ahli, Prinsip, Fungsi dan Objek

Pahami manajemen pendidikan

Manajemen pendidikan adalah suatu proses atau upaya untuk mencapai tujuan pendidikan dengan memperhatikan komponen-komponen pendidikan yang berbeda sehingga sistem pendidikan dapat berkembang dengan menggunakan perangkat yang berbeda untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

 

Administrasi-Pendidikan-Menurut-Ahli,-Prinsip,-Fungsi-dan-Objek

Ada banyak upaya untuk mencapai tujuan manajemen pendidikan. Misalnya, untuk memastikan orang mendapatkan pendidikan wajib 9 tahun, pergi ke sekolah menengah dan bahkan perguruan tinggi jika memungkinkan.

Beberapa artikel mengatakan bahwa pendidikan terjadi tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang pendidikan lainnya. Misalnya pembinaan karakter keluarga, pendidikan keahlian, pendidikan sarana dan lain-lain.

Singkatnya, manajemen pendidikan adalah keseluruhan proses dan kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam tugas pendidikan.
Pengertian manajemen pendidikan menurut para ahli

Menurut Syarif (1976: 7)

Penyelenggaraan pendidikan merupakan upaya kolaboratif untuk menggunakan sumber daya (manusia dan materi) secara efektif dan efisien untuk mendukung pencapaian pendidikan.

Menurut Syamsi (1985: 10)

Administrasi adalah segala kegiatan dalam upaya kolaboratif yang dilakukan oleh suatu kelompok atau beberapa orang secara bersama-sama dan pada waktu yang bersamaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. ”

Menurut Soepardi (1988: 7)

Administrasi adalah seluruh proses kegiatan kolaboratif yang dilakukan oleh suatu kelompok atau beberapa orang secara bersama-sama dan bersamaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Sutisna (1979: 2-3)

Administrasi pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang menyediakan sumber daya manusia dan material yang sesuai dan menjadikannya efektif untuk mencapai tujuan bersama. Ia menjalankan fungsinya dengan mempengaruhi tindakan orang. Proses ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pemantauan, pengelolaan dan pengawasan semua hal yang berkaitan dengan urusan sekolah yang berkaitan langsung dengan pendidikan sekolah, seperti kurikulum, guru, siswa, metode, perangkat pembelajaran dan bimbingan. Ini juga mencakup pertanyaan tentang tanah dan gedung sekolah, peralatan, perlengkapan, dan dana yang dibutuhkan untuk menyediakan pendidikan.

Menurut Hadari Nawawi

Manajemen pendidikan adalah sekumpulan kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara terencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam setting tertentu, khususnya dalam bentuk lembaga pendidikan formal.

Menurut Ensiklopedia Penelitian Pendidikan Chester W. Haris

Pengertian manajemen pendidikan sebagai proses memadukan segala upaya untuk menggunakan sumber daya manusia dan material untuk secara efektif meningkatkan pembangunan kualitas manusia.

Menurut Engkoswara (1987: 42)

Manajemen pendidikan dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu sumber daya manusia, kurikulum, atau sumber daya dan fasilitas belajar, guna mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan menciptakan suasana yang baik bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam pencapaian yang disepakati. tujuan pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan pada dasarnya hanyalah salah satu sarana untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif, yaitu secara efektif dan efisien.

Setelah Purwanto dan Djojopranoto (1981: 14)

Administrasi pendidikan adalah upaya kolaboratif untuk mengerahkan semua sumber daya manusia, dana, bahan dan peralatan serta metode untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

“Administrasi pendidikan dengan demikian merupakan keseluruhan proses kegiatan bersama di bidang pendidikan, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, koordinasi, pemantauan dan pembiayaan, menggunakan atau memanfaatkan fasilitas manusia, material dan spiritual yang tersedia untuk pencapaian tujuan pendidikan yang efektif. dan efisien. ”

Setelah Djam’an Satori (1980: 4)

Administrasi pendidikan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses kolaborasi, menggunakan semua sumber daya manusia dan material yang tersedia dan sesuai untuk secara efektif dan efisien mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

After Made Pidarta (1988: 4)

Dalam pandangan pendidikan, manajemen dalam pendidikan dapat diartikan sebagai kegiatan memadukan sumber daya pendidikan sehingga diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Menurut kantor perencanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (1993: 4)

Penyelenggaraan pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pembinaan, pengendalian tenaga kependidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, membina pribadi yang seutuhnya yaitu orang yang beriman, taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berakhlak mulia, berakhlak mulia, berakhlak mulia. Pengetahuan, Keterampilan, kesehatan fisik dan mental, berkepribadian kokoh, mandiri dan bertanggung jawab terhadap masyarakat dan kebangsaan.

Menurut Soebagio Atmodiwirio. (2000: 23)

Jelaskan bahwa manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian tenaga dan sumber daya pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan.

Menurut Stephen J. Knezeich

Penyelenggaraan pendidikan terdiri atas sejumlah fungsi organisasi yang tujuan utamanya adalah memastikan efisiensi dan efektivitas pelayanan pendidikan, serta melaksanakan pedoman melalui perencanaan, pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan, persiapan alokasi sumber daya, stimulasi dan koordinasi. staf, iklim organisasi yang kondusif dan menentukan perubahan signifikan pada fasilitas untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat di masa depan

Setelah Daryanto (1998: 8)

Manajemen pendidikan adalah “cara bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif”.

Menurut Dasuqi dan Somantri (1992: 10)

Indikasi penyelenggaraan pendidikan merupakan upaya penerapan prinsip administrasi di bidang pendidikan.

Menurut Sagala (2005: 27)

Tampak bahwa administrasi pendidikan adalah penerapan administrasi publik dalam dunia pendidikan, atau penerapan administrasi dalam mempromosikan, mengembangkan dan mengendalikan lembaga dan praktik pendidikan.

Prinsip Administrasi Pendidikan

Prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan, yaitu:

Prinsip efisiensi

Administrator akan menjalankan tugasnya dengan sukses dengan menggunakan semua sumber daya, energi, sarana, dan fasilitas yang tersedia secara efisien.

Prinsip manajemen

Administrator mencapai hasil yang paling efektif dan efisien dengan mengelola pekerjaan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan melakukan tinjauan (audit).

Prinsip utama tugas manajemen

Ketika seleksi diperlukan, administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan bedah daripada pekerjaan manajemen. Namun, tidak harus fokus hanya pada pekerjaan bedah. Karena jika hanya menangani tugas operasional, maka pekerjaan tersebut akan dibatalkan.

Prinsip kepemimpinan yang efektif

Seorang administrator akan melakukan pekerjaannya dengan sukses jika dia memiliki gaya kepemimpinan yang efektif, yang terdiri dari memperhatikan hubungan antara orang dan pengelola tugas, memperhatikan situasi dan keadaan. Gaya kepemimpinan yang efektif dapat menjaga hubungan baik dengan bawahan Anda. Selain itu, perhatian harus diberikan untuk memastikan bahwa tugas untuk setiap anggota organisasi dibagi dan diselesaikan sesuai dengan sifat pekerjaan.

Prinsip kerja sama

Admin mengatakan dia akan dapat menyelesaikan pekerjaannya jika dia mampu mengembangkan kolaborasi di antara semua anggota.
Lingkup administrasi pendidikan

Berikut ruang lingkup penyelenggaraan pendidikan, yaitu:

Manajemen kurikulum

Meliputi akuntansi dan pengumpulan data tentang jumlah jam meta yang diajarkan, waktu yang tersedia, jumlah guru, dan distribusi jam mengajar, jumlah kelas, perencanaan, buku-buku yang dibutuhkan, program semester, penilaian, program tahunan dan kalender pendidikan.

Administrasi tenaga pendidikan (staf)

Berisi kumpulan surat lamaran dan penerimaan pegawai, mutasi, SK, tugas, berkas tenaga kependidikan dan daftar umum pegawai.

Administrasi kemahasiswaan

Termasuk organisasi dan klub mahasiswa. Masalah kesehatan dan kesejahteraan siswa. Menilai dan mengukur kemajuan siswa. Bimbingan dan nasehat untuk siswa.

Administrasi lembaga dan prasarana pendidikan

Meliputi buku perencanaan pengadaan, buku penjualan dan pemakaian barang, buku reparasi barang, dan lain-lain.

Manajemen keuangan / pembiayaan pendidikan

Termasuk dana untuk pendaftaran siswa batu, biaya gedung, biaya tetap, perlengkapan sekolah, biaya sekolah. Dan lainnya.

Manajemen kantor

Berisi surat masuk dan keluar, buku tamu, dan buku penting untuk penyelenggaraan pendidikan.

Administrasi unit pendukung pendidikan

Termasuk nasehat, UKS, pramuka, olah raga, kesenian.

Administrasi layanan pendidikan

Termasuk layanan konsumsi, pengumpulan dan pengiriman serta instruksi internal khusus.

Administrasi yang ramah lingkungan dan keamanan sekolah

Meliputi penjadwalan pesanan dan berkebun di sekolah, jadwal pengasuh, dan jadwal pembersihan.

Manajemen hubungan masyarakat

Melaporkan hasil kerjasama, program Humas. Dll
Fungsi manajemen pendidikan

Berikut fungsi penyelenggara pendidikan yaitu:

Planning (perencanaan)

Setiap program atau konsep harus direncanakan sebelum diimplementasikan. Perencanaan adalah salah satu prasyarat mutlak untuk setiap kegiatan administrasi. Tanpa adanya perencanaan atau perencanaan, melakukan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan bahkan gagal mencapai tujuan yang diinginkan.

Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada awal dan selama kegiatan administrasi. Setiap perencanaan harus memperhatikan dua faktor yaitu faktor obyektif dan faktor mean, baik personal (SDM) maupun saran material.

Langkah-langkah perencanaannya meliputi:

  • Tentukan dan rumuskan tujuan yang ingin dicapai.
  • Menyelidiki masalah atau pekerjaan yang harus diselesaikan.
  • Kumpulkan perawan dan informasi yang diperlukan.
  • Tentukan fase atau rangkaian tindakan.
  • Sebutkan bagaimana masalah akan diselesaikan dan bagaimana pekerjaan itu akan dilakukan.

 

Untuk mengatur

Pengorganisasian adalah pengorganisasian dan desain hubungan kerja antar manusia sehingga dapat terwujud upaya terpadu untuk mencapai tujuan yang telah dilaksanakan. Selama berorganisasi, terdapat perincian tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan bidang dan bagian untuk menciptakan hubungan kerjasama yang harmonis dan sukses untuk mencapai tujuan yang diimplementasikan.

koordinasi

Adanya berbagai jenis tugas atau tugas yang dilakukan oleh banyak orang membutuhkan koordinasi dari seorang pemimpin. Koordinasi yang baik dapat menghindari kemungkinan terjadinya persaingan tidak sehat dan / atau kebingungan dalam kebijakan. Dengan koordinasi yang baik, semua departemen dan karyawan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Kita tahu bahwa rencana atau program pendidikan yang perlu dilaksanakan di sekolah bersifat sangat kompleks dan mengandung banyak masalah yang saling terkait. Kompleksitas program pendidikan di sekolah menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk tindakan terkoordinasi.

Koordinasi ini diperlukan untuk mengatasi batasan perencanaan dan personel, misalnya B. mengatasi kemungkinan terjadinya duplikasi pekerjaan, perebutan hak dan kewajiban, ketidakseimbangan dalam kemudahan bekerja, kebingungan dalam pelaksanaan tugas dan tugas.

komunikasi

Saat melaksanakan program pendidikan, sangat penting untuk menyebarkan dan menyampaikan ide dan niat ke seluruh struktur organisasi. Proses mediasi atau komunikasi ini melibatkan lebih dari sekedar penyaluran pikiran atau ide dan niat, secara lisan atau tertulis.

Menurut sifatnya komunikasi ada dua jenis yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. Dalam komunikasi gratis, setiap orang atau anggota dapat berkomunikasi dengan anggota lain. Sedangkan dalam komunikasi terbatas setiap anggota hanya dapat menangani beberapa anggota saja.

Menerapkan program atau rencana dalam batasan tertentu lebih baik daripada komunikasi terbatas. Singkatnya, komunikasi dalam bentuk apapun adalah proses yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap dan tindakan orang-orang dalam struktur organisasi.

Supervisi atau supervisi

Setiap pelaksanaan program pendidikan membutuhkan supervisi atau supervisi. Pengawas bertanggung jawab atas kegiatan program. Oleh karena itu, pengawas harus memperhatikan ada tidaknya kondisi dimana tujuan pendidikan dapat tercapai.

Fungsi pemantauan meliputi:

Tentukan syarat atau ketentuan apa yang dibutuhkan dan
Bertemu atau bekerja pada kondisi yang diperlukan.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengawasan merupakan fungsi penyelenggara pendidikan, yaitu kegiatan untuk menentukan syarat atau ketentuan penting yang menjamin tercapainya tujuan pendidikan.

evaluasi

Evaluasi menentukan apakah suatu program berhasil atau tidak. Rating atau rating diperlukan. Setiap evaluasi sesuai dengan tujuan yang direncanakan untuk dicapai, yaitu setiap tujuan merupakan kriteria evaluasi.

Dengan demikian, penilaian terhadap karya seorang guru dalam upaya mendidik dan mendidik siswanya tidak dapat disamakan dengan evaluasi terhadap karya penjahit pakaian biasa atau karya arsitek dalam membangun gedung.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan didirikan bukan oleh masyarakat untuk mencari nafkah, tetapi untuk memelihara dan memajukan budaya. Oleh karena itu, menilai efisiensi pendidikan tidak berfungsi untuk menentukan keuntungan dan kerugian finansial. Keberhasilan atau kegagalan pendidikan harus dinilai dari segi kelebihan atau kekurangan masyarakat.

Objek dan tujuan manajemen pendidikan

Memahami objek dan tujuan mengelola lembaga pendidikan

Objek dan spesifikasi kelembagaan adalah rumusan khusus tentang apa yang diinginkan pada titik waktu tertentu. Objek dan spesifikasi adalah fokus tindakan. Selain hal-hal yang spesifik, rinci, terukur, dan layak, mereka juga harus mampu menunjukkan alokasi anggaran dan sumber daya yang mendukung pelaksanaannya.

Objek dan tujuan diimplementasikan dalam jangka pendek untuk lebih mengukur keberhasilan organisasi / lembaga dengan menyesuaikan tujuan jangka panjang.

Gambaran umum komponen manajemen pendidikan

Maksud dan tujuan pengelolaan lembaga pendidikan meliputi komponen pengelolaan pendidikan, yaitu:

1. Administrasi staf sekolah

Unsur manusia merupakan unsur penting dalam kelancaran kegiatan sekolah karena kelancaran program sekolah sangat ditentukan oleh masyarakat yang menjalankannya.

Untuk itu perlu pada bagian ini dibahas staf sekolah secara lebih detail, karena betapapun lengkap dan modernnya fasilitas tersebut berupa gedung, perlengkapan, alat kerja, cara kerja dan dukungan masyarakat, namun bila masyarakat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program sekolah hilang. Ambil bagian, akan sulit mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan.

Pekerjaan juga disebut sebagai staf atau karyawan, dan karyawan ini juga staf atau karyawan. Manajemen staf sekolah adalah seluruh proses penataan staf sekolah.

Menurut Suryosubroto, pengelolaan sumber daya manusia meliputi:

1) Perencanaan karyawan adalah kegiatan penentuan kuantitatif dan kualitatif kebutuhan karyawan untuk masa kini dan masa depan.

Membuat rencana ketenagakerjaan yang baik dan tepat membutuhkan informasi yang lengkap dan jelas tentang pekerjaan atau tugas yang perlu dilakukan di dalam organisasi / lembaga.

Spesifikasi pekerjaan memberikan gambaran umum tentang kualitas minimum staf yang dapat diterima dan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar.

2) Rekrutmen adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pegawai di suatu instansi baik dari segi jumlah maupun kualitas.

Kegiatan rekrutmen dilakukan untuk mencari orang yang memenuhi persyaratan, yaitu upaya mencari dan mempertahankan sebanyak mungkin calon yang berkualitas guna menyeleksi calon terbaik dan tersukses.

3) Kepemimpinan dan pengembangan karyawan merupakan fungsi manajemen sumber daya manusia yang sangat penting untuk meningkatkan, memelihara, dan meningkatkan kinerja karyawan.

Kegiatan ini dapat dilakukan melalui on-the-job training dan service training. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya mempengaruhi aspek keterampilan tetapi juga karir para karyawan.

4) Promosi dan Mutasi Setelah prospek diidentifikasi dan diidentifikasi, kegiatan selanjutnya adalah memastikan bahwa prospek tersebut menjadi anggota sah dari suatu organisasi sehingga memiliki hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi atau lembaga tersebut.

Di Indonesia, PNS biasanya memiliki promosi atau pengangkatan pertama sebagai calon PNS dengan masa percobaan satu atau dua tahun. Ia kemudian menyelesaikan pelatihan persiapan dan diangkat sebagai PNS setelah menyelesaikan studinya.

Setelah karyawan diangkat, kegiatan selanjutnya adalah penempatan atau penugasan. Dalam penempatan atau tugas ini, tingkat korespondensi yang tinggi antara tugas yang menjadi tanggung jawab karyawan dan karakteristik karyawan tersebut dicari.

5) Pemberhentian pegawai merupakan fungsi sumber daya manusia yang mengakibatkan organisasi dan pegawai dibebaskan dari hak dan kewajibannya sebagai lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai. Alasan pemberhentian karyawan ini dibedakan menjadi tiga jenis:

(1) Penghentian atas permintaan Anda sendiri;

(2) Pemberhentian oleh layanan atau pemerintah; dan

(3) Penghentian karena alasan lain.

6) Kompensasi adalah kompensasi yang diberikan organisasi kepada karyawan dan dapat dinilai dalam bentuk uang dan biasanya dibayarkan secara teratur.

Kompensasi tidak bisa dalam bentuk gaji, tapi juga berupa tunjangan, fasilitas perumahan, kendaraan dan lain-lain.

7) Evaluasi pegawai, evaluasi tenaga kependidikan menitikberatkan pada kinerja individu dan partisipasinya dalam kegiatan sekolah. Asesmen ini tidak hanya penting bagi sekolah, tetapi juga bagi karyawan itu sendiri.

Bagi karyawan, penilaian tersebut berguna sebagai umpan balik untuk berbagai hal. Bagi sekolah, hasil penilaian prestasi kerja tenaga kependidikan sangat penting dalam pengambilan keputusan dalam berbagai hal.

2. Manajemen kurikulum

Kurikulum dalam arti yang lebih luas berbunyi: Mencakup semua program dan kehidupan di sekolah. Kurikulum memiliki dampak penting bagi bolak-balik pendidikan. Kurikulum bersifat dinamis dan selalu dipengaruhi oleh perubahan faktor-faktor yang mendasarinya.

Manajemen kurikulum dan program pengajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan kurikulum. Perencanaan dan pengembangan kurikulum nasional secara umum telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional di tingkat pusat.

Kegiatan untuk mengimplementasikan dan melatih kurikulum adalah:

di. Membimbing dan merealisasikan apa saja yang termasuk dalam kurikulum yang bersangkutan untuk mencapai landasan dan tujuan pendidikan dan pengajaran.

b. Membuat dan mengimplementasikan organisasi kurikulum dengan materi, sumber, dan metode penyampaian yang disesuaikan dengan inovasi pendidikan dan pengajaran, serta kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekolah.

c. Kurikulum merupakan pedoman bagi guru dalam menjalankan tugasnya. Dalam menggunakan kurikulum, guru atau pendidik tidak hanya mengikuti petunjuk yang diberikan di dalamnya, tetapi juga telah diberi wewenang dan kewajiban untuk memilih dan menambah materi, sumber daya atau metode pelaksanaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan lingkungan sekolah, dan untuk menghilangkan dan mengurangi apa yang dianggap tidak sesuai yang dipandang dengan kebutuhan dan kemajuan masyarakat dan negara pada umumnya.

3. Administrasi institusi dan prasarana pendidikan

Secara etimologis (arti kata) infrastruktur berarti sarana langsung untuk mencapai suatu tujuan. Dalam dunia pendidikan misalnya: tempat / tempat, gedung sekolah, lapangan olah raga, uang dan lain sebagainya. Sedang artinya seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya: ruangan, buku, perpustakaan, laboratorium dan lain sebagainya.
Sedangkan menurut Keputusan Menteri P dan K No. 079/1975, lembaga pendidikan terdiri dari 3 kelompok utama yaitu;

di. Gedung dan furnitur sekolah
b. Alat bantu pembelajaran terdiri dari alat peraga dan akuntansi dan pengajaran serta laboratorium.
c. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi media audiovisual yang menggunakan alat peraga dan media yang tidak menggunakan alat peraga.

Administrasi yang baik dari sarana dan prasarana harus menciptakan sekolah yang bersih, rapi dan indah untuk memberikan kondisi yang menyenangkan bagi guru dan siswa untuk bersekolah.

Selain itu, diharapkan tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran yang bersifat kuantitatif, kualitatif dan berbasis kebutuhan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran, baik oleh guru sebagai guru maupun oleh siswa sebagai siswa.

4. Administrasi kemahasiswaan

Administrasi siswa bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berpikir, mengembangkan keterampilan dan sikap siswa yang sejalan dengan tujuan sekolah yang ditetapkan dalam kurikulum.
Untuk mencapai tujuan tersebut, bidang administrasi kemahasiswaan perlu memperhatikan setidaknya tiga tugas pokok, yaitu penerimaan mahasiswa baru, kegiatan kemajuan pembelajaran, serta bimbingan dan bimbingan disiplin.

Contoh kegiatan yang bisa dilakukan di sekolah adalah:

di. Kegiatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan penalaran

1) Diskusi, rapat kerja, seminar dan lain-lain
2) penelitian
3) pekerjaan pariwisata
4) Menulis artikel untuk berbagai media
5) Eksperimen akademis di luar kelas

b. Kegiatan mengembangkan keterampilan berdasarkan hobi

1) Pelatihan kepemimpinan
2) Palang merah pemuda
3) Toko Kesehatan Sekolah (UKS)
4) Pramuka
5) mendaki
6) olahraga
7) Seni
8) Pengaturan lalu lintas
9) mengumpulkan barang bekas

c. Kegiatan pengembangan sikap

1) Pengumpulan dana sosial
2) memahami hari libur nasional, keragaman
3) Bantuan untuk orang yang terkena bencana

5. Keuangan dan manajemen keuangan

Dalam penyelenggaraan pendidikan, keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat krusial dan merupakan bagian esensial dari pembelajaran administrasi pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan sekolah merupakan komponen produksi yang bersama-sama dengan komponen lainnya menjadi penentu terlaksananya kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.

Sumber pendanaan dan sumber pendanaan sekolah secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga sumber:

1) Pemerintah, baik pusat, daerah, atau keduanya, umum atau khusus, dan ditujukan untuk tujuan pendidikan
2) orang tua atau siswa
3) Masyarakat, baik mengikat maupun tidak mengikat.

Mengenai penerimaan keuangan orang tua dan masyarakat, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989 menegaskan bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dana pendidikan, maka tanggung jawab pemenuhan kebutuhan dana pendidikan menjadi tanggung bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua. . Dimensi pengeluaran meliputi biaya rutin dan biaya pengembangan.

Fitur manajemen pendidikan

Ciri-ciri penyelenggara pendidikan menurut Soepardi (1988: 7) adalah sebagai berikut:

  • Ada sekelompok orang yang lebih dari satu orang.
  • Kelompok di atas adalah korps buruh.
  • Kerja sama mengarah pada tujuan yang ditentukan. Kolaborasi ini adalah sebuah proses.

Baca Juga:

admin

Related Posts

Kumpulan “Phrasal Verb-GO” Dalam Bahasa Inggris

Kumpulan “Phrasal Verb-GO” Dalam Bahasa Inggris

Pengertian Data Adalah – Fungsi, Jenis dan Contoh

Pengertian Data Adalah – Fungsi, Jenis dan Contoh

Pengertian Primordialisme, Contoh, Dampak, Ciri, dan Jenis

Pengertian Primordialisme, Contoh, Dampak, Ciri, dan Jenis

Pengertian, Ciri, Jenis, Syarat dan Kerangka Pada Cerpen

Pengertian, Ciri, Jenis, Syarat dan Kerangka Pada Cerpen